Minggu, 10 Juli 2016

STORY OF KKN IN SUBANG

KULIAH KERJA NYATA….

    Rasanya kali ini aku ingin menulis tentang pengalamanku saat KKN. terlalu banyak moment suka maupun duka yang aku dapatkan saat KKN. Cerita ini dimulai saat kami registrasi agar terdaftar sebagai peserta KKN.

Mungkin bagi mahasiswa yang belum pernah merasakan KKN akan sangat malas sekali melakukan serangkaian kegiatan tersebut, apalagi mendengar cerita tidak enak dari kakak senior yang sudah merasakan kuliah kerja nyata. dimana kami ditempatkan di desa desa terpencil jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sulit akses kendaraan, sulit air bersih dan kesulitan lainnya bila tinggal disuatu desa terpencil. ‘Siap-siap hidup susah selama sebulan’ itu adalah sebagian besar dari yang dipikirkan kami. Peserta kkn juga akan di kelompokan secara acak oleh pihak LPM(Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) di kampus. Mau tidak mau kami dicampur baurkan oleh teman-teman dari jurusan dan fakultas yang berbeda-beda yang mungkin banyak dari mereka yang tidak saling mengenal. Sebulan bersama orang-orang yang sebelumnya belum kita kenal, dengan berbagai macam karakter masing-masing yang mengharuskan kami beradaptasi dengan baik. Bagaimana tidak, kami akan tinggal serumah bersama-sama, melakukan kegiatan bersama-sama tentu memerlukan kerja sama yang kompak.

(
Team di dusun Majasari, Pagaden-subang)
 KKN yang merupakan suatu mata kuliah pilihan yang bisa diambil ketika mahasiswa telah menempuh 100 SKS atau lebih. Saat angkatan kami tiba-tiba KKN menjadi mata kuliah wajib yang harus diambil mahasiswa tingkat 3 dan 4 yang belum mengambil mata kuliah KKN. Aku mengambil mata kuliah KKN pada gelombang pertama karena pikirku lebih cepat dilalui lebih baik. pada saat itu peserta KKN yang terdaftar sekitar 2.400 org pada gelombang pertama. Namun, ada ada saja isu yang membuat kami resah, kami tidak diberikan hak kami yaitu uang sebagai bekal kami untuk hidup sebulan dan melakukan program pemberdayaan desa tidak akan cair. Sebelum kepergian kami ke desa masing-masing diadakan terlebih dahulu sosialisasi dengan pihak kampus dan LPM. Kami menuntut agar uang yang merupakan hak mahasiswa KKN cair sebelum kami berangkat. Dan Alhamdulillah uang itu cair sebesar 550.000 untuk keperluan hidup selama 28 hari dan keperluan program kerja yang akan kami lakukan selama disana. Aku mendapatkan desa pagaden, subang sebagai tempatku melakukan KKN. Dan aku memiliki 9 teman seperjuangan lainnya yang akan hidup bersamaku selama 28hari di desa. Di Pagaden  ini sebenarnya ada 3 kelompok yang terdiri dari 10 orang tiap masing-masing kelompoknya. Hanya saja kami dipencar ke dusun-dusun yang berbeda di Pagaden yaitu dusun Majasari( team majas) dusun Wanakersa (team Wankers) dan desa Kamarung (Team kamarungers).

                             
Makan hari pertama, ada dagingnya :D

Karena cowok dikelompok kami hanya ada dua orang saja, kami sepakat untuk menyematkan mereka menjadi ketua dan wakil ketua kelompok kami dan mereka juga merupakan kakak senior kami. Sebagai cowok dan ketua serta wakil ketua mereka sangat bertanggung jawab kepada kami para perempuan yang dianggap seperti adik mereka sendiri. untuk menghargai mereka kami para perempuan membebas tugaskan mereka dari pekerjaan rumah tangga (nyapu, ngepel, cuci piring, masak) di homestay kami, eiiitttttsss tapi alhamdulillah kami mendapatkan homestay dengan dua kamar terpisah bisa dibilang seperti kosan satu rumah dengan banyak kamar. Meskipun jumlahnya jadi tidak seimbang disatu sisi satu kamar hanya dua orang disisi lain satu kamar terdapat delapan orang. Yaaaaa tapi kami bahagia kok hehehe. Meskipun kami tidak mendapatkan rumah mewah seperti salah satu kelompok teman kami dapatkan di desa lain tapi masih banyak kelompok yang kurang beruntung mendapatkan lokasi yang sulit dan homestay dengan fasilitas yang sangat terbatas. Bahkan banyak kelompok lain sebelum kami pergi ke desa masing- masing aku lihat ada yang bawa tabung gas, galon air, kompor, wajan penggorengan, kipas angin, kasur lipat, tikar dll. Karena sebelumnya memang sudah disurvey ketempat lokasi KKN untuk mengetahui kondisi dan keadaan disana ada barang bawaan apa saja yang dibutuhkan. Tapi untuk kelompokku Alhamdulillah kebutuhan seperti yang dibawa teman-teman kami dari rumahnya masing-masing semua telah disediakan oleh pemilik rumah di desa. Dan desa yang kami dapatkan tidak terlalu terpelosok sangat mudah bagi kami untuk membeli bahan masakan atau kebutuhan lainnya karena pasar yang jaraknya tidak begitu jauh dan warga-warga yang sudah banyak berjualan. Di lain sisi masih ada teman kami yang hanya untuk kepasar harus menempuh puluhan kilo meter menuruni bukit, keluar hutan, dan melawati pantai barulah pasar ditemukan. :D

   
        

Masakan Para Istri Idaman desa Majasari

                Kami di desa dituntut untuk bisa mandiri, masak sendiri, mengurusi pekerjaan rumah lainnya, belum lagi melaksanakan program kerja di desa. kesan pertama yang aku rasakan adalah “OH, begini ya rasanya jadi ibu-ibu rumah tangga” perasaan kerjaannya di dapur terus T_T. bagaimana tidak kami menetapkan makan sebanyak 3x sehari itu artinya masak 3x pula untuk porsi 10orang. Rasanya baru masak untuk sarapan dan beres-beres sudah harus masak lagi saja untuk makan siang, tidak hanya itu kedatangan kami disambut baik oleh para warga terutama anak-anak kecil, yang sering mendatangi homestay kami untuk mengajari mereka belajar, bermain, atau membantu mereka menyelesaikan PR dari sekolah mereka. Kadang kami kewalahan dengan mereka yang bermain seharian di homestay kami tak jarang hingga malam.

Ini anak-anak yang selalu menemani kami selama 28 hari
                            
  
      Saat menikmati hijaunya sawah di saung           Sudah malam masih main uno -.-

                Kami benar-benar disambut hangat oleh anak-anak yang ada di desa setempat, bahkan untuk menikmati hijaunya sawah dan tenangnya suasana pertanian di desa majasari pun anak-anak mengekor pada kami.  tapi tak sedikit orang-orang dewasa menyidir kami bahwa kami kurang ramah karena tidak sering berbaur dengan mereka. Untuk menghilangkan stigma itu kami mengadakan acara ngerujak dan ngeliwet bareng bersama warga. Mulai dari membeli bahan masakan yang mengharuskan para cowok bangun jam 2 pagi untuk pergi ke pasar dan membeli belanjaan yang dibutuhkan.  seminggu kami harus menyesuaikan lingkungan mengakrabkan diri sebelum kami melaksanakan program kerja. Dengan menghadapi banyaknya anak-anak yang datang ke homestay serta pekerjaan lainnya yang tiada henti hingga kami merasa mulai lelah. Hingga akhirnya wakil ketua kami menjanjikan kami untuk membawa kami jalan-jalan. Dan pada akhirnya kami jalan-jalan ke subang kota yeaay. Namun, kabar buruk datang kepada RT di desa kami bahwa ia tiba-tiba mengalami stroke sebagian tubuhnya lumpuh. Akhirnya kami ke subang kota untuk menjenguk pak RT. Kami menjenguk pak RT dengan menyewa mobil angkot butuh waktu 45menit untuk sampai ke subang kota keesokan harinya pemilik homestay kami menawarkan mobilnya untuk dipakai bilamana kami membutuhkannya. Akhirnya wakil ketua kami meminjam mobilnya untuk memanjakan para istri idaman (sebutan kami bagi para perempuan) pergi jalan-jalan.


Refreshing minggu pertama

                Akhirnya kami memulai program kerja kami yang kami tentukan pada awal kedatangan kami. program kerja kami dibagi menjadi tiga yaitu proker individu, proker kelompok kecil, dan proker kelompok besar. Proker individu yaitu proker yang diajukan oleh masing-masing tiap individu sesuai dengan bidang keilmuan yang ia miliki. Dikelompoku ada berbagai macam jurusan didalamnya yaitu, jurusan teknik, pendidikan akuntansi, akuntasi murni, biologi murni, PIPS, dan bimbingan konseling.
Yang pasti semua dari kami harus mengajar di sekolah yang ada di desa tersebut. Kelompoku mengajar di 2 Sekolah dasar. Di SD itulah masing-masing proker individu kami direalisasikan. Selain itu proker untuk kelompok kecil sendiri yaitu membuka bimbingan belajar, rumah baca, dan bimbingan konseling untuk masyarakat di homestay kami, serta acara puncaknya yaitu perpisahan kami yang dilaksanakan H-1 sebelum kami kembali ke Jakarta. Yaitu kami juga harus melatih anak-anak untuk pentas seni. Seperti menari, menyanyi, puisi, stand up comedy dll.
      

                                                  Kunjungan ke pabrik tempe dan tahu 
                 

                                         se-usai pelaksanaan Proker di SD Mayang Sari

                Selain mengajar dan mengabdi pada masyarakat setempat kami juga ingin memiliki waktu libur yaitu kami tetapkan setiap weekend(Sabtu dan minggu) adalah me-time. Kita bebas melakukan apa saja di hari tersebut, ada yang malas-malasan saja tidur, ada yang asik menonton film di laptop ada pula yang asik futsal dan bermain tenis meja dengan warga. Namun, kami juga memiliki waktu bersama seperti kegiatan minggu sehat yaitu kami olahraga dan lari pagi. Sangat licik sekali para cowok, Pada saat itu aku yang sampai duluan digaris finish bersama kedua cowok itu pulang duluan karena teman-teman perempuanku yang lainnya belum sampai. Saat aku sedang asik lari sendirian untuk segera sampai homestay dengan enaknya mereka(cowok-cowok) lewat menumpangi mobil bak. Sambil melambai-lambaikan tangan sebagai tanda mengejekku T.T Selain itu banyak hal yang kami lakukan saat weekend seperti pergi kepasar malam, naik mainan. Berkunjung ke homestay kelompok lain yang berada di desa lain namun masih dalam satu kelurahan dan kegiatan menyenangkan lainnya. Kami juga ikut membantu  program yang ada di desa tersebut seperti imunisasi posyandu.

            Minggu Sehat, habis olahraga                                   Kegiatan Imunisasi
                
      Untuk melaksanakan proker kelompok besar kami 3 kelompok yang masing-masing kelompok kecil terbagi menjadi 10 orang yang berada di kecamatan pagaden diharuskan berkumpul dan rapat dikantor kepada desa setempat. untuk menemukan jawaban apa yang sedang dibutuhkan masyarakat.


Suasana Rapat Kelompok besar di kantor kepala desa

                Setelah perwakilan kami berbicara dengan kades setelah diketahui keinginan kades setempat kami mengadakan diskusi untuk hal itu. dan hasil diskusi kelompok besar kami, kami tidak menyetujui proker yang diusulkan kades. Karena terpaut biaya yang cukup besar dan keefisiensianya yang tidak baik. proker tersebut kami anggap hanya berguna untuk kantor kades dan masyarakat tidak merasakan manfaatnya. Setelah berunding kami akan melakukan rapat lagi setelah ini untuk membicarakan kelanjutan proker kelompok besar kami.
                Waktu tak taerasa Kami terus menjalani pengabdian kami di dusun majasari dengan kehidupan yang sederhana yang kami rasakan, tanpa masakan enak ibu.  Terkadang mulut ini bosan karena terus memakan sayur yang terkadang tidak ada rasa, tahu, tempe dan telur adalah makanan mewah kami. namun, adakalanya kami makan diluar ketika semua sudah lelah dan tak sanggup untuk memasak lagi. Tapi hal itu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan kami selalu sarapan, makan siang, dan makan malam bersama-sama tidak diperbolehkan jajan diluar untuk menghargai masakan yang dimasak oleh teman kami. disaat kami rindu dengan keluarga masing-masing dosen pembimbing lapangan kami memperbolehkan kami pulang beberapa hari dengan izinya dan alasan yang kuat. Ya mungkin kelompoku manja, semua anggota kelompoku pulang ke rumah masing-masing selama beberapa hari secara bergantian.



Transportasi kami di majas, ini ceritanya mau ke pasar

Dan aku selalu menjadi tukang ojek mereka untuk mengantar mereka ke terminal maupun stasiun. Motor tua yang ku gunakan banyak membuatku mengalami masalah seperti mogok ditengah jalan dan juga tidak memiliki spion. Pada akhirnya giliran aku pun pulang, karena tidak ada yang bisa mengantarkan ke terminal ataupun stasiun pada saat itu Alhamdulillah rezeki anak solehah ada yang nganterin pulang sampai rumah. hehe
                                                       
 
                  
Nah ini, akibat cowok sendiri, rela di dandanin.         Sabar ya, emg kadang 
                                                                                          orang itu.. Jahad. :D

                Hari demi hari aku lalui dengan suka cita. Aku dan teman-teman selalu menghitung berapa lama lagi kami masih tinggal disini. Karena masalah selalu beriringan dengan hidup manusia. Setiap manusia pasti memiliki masalah begitupun dengan keadaan kami disini. Semakin lama kami semakin dihadang oleh berbagai macam masalah. Dari hal yang dibanding-bandingan dengan mahasiswa kkn tahun lalu, genitnya para karang taruna, sikap kurang mengenakan dari remaja setempat, serta masalah dengan teman sekelompok kami yang kadang terlibat cekcok atau karena perbedaan pendapatan maupun maalah yang ditimbulkan karena karakter kami masing-masing.
Sampai akhirnya pada proker yang aku dan mungkin teman-teman yang lain tunggu yaitu, Jalan-jalan!!! Di sela-sela kegiatan KKN kami menyelipkan satu agenda besar kami yaitu jalan-jalan. Sebenarnya ini adalah rencana untuk kelompok besar namun karena satu kelompok tidak setuju oleh rencana jalan-jalan kami, kami putuskan untuk jalan-jalan dengan dua kelompok saja. Aku dan teman-temanku merencanakan pergi kebandung selama dua hari dengan tempat wisata yang telah di list dalam secarik kertas. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan semakin mengikat kami. kepedulian kami antara satu dengan lainnnya membuat kami merasa lebih dekat seperti seorang keluarga, KKN ini memberikan aku sebuah keluarga kecil baru yang dengan mereka aku dapat berbagi suka cita.



Jalan-Jalan Ala backpacker

                Agar jalan-jalan lebih terasa kebersamaannya kami melakukan perjalanan yang tidak memakan biaya yang banyak, aku dan teman-teman lainnya memilih tempat fram house, bukit moko, alun-alun bandung, tangkuban perahu, dan terakhir ke pemandian air panas sariater sebagai destinasi kami. perjalanan yang sangat mengasyikan, setelah dari fram house kami berniat mencari tempat makan namun, mobilku terpisah dengan mobil rombongan lainnya. Setelah cari mencari dan memakan banyak waktu akhirnya ditemukanlah kami. dengan jadwal yang sudah terlanjur berantakan kami makan di tempat yang tidak jauh dari mobil kami yang ditemukan. Setelah itu kami langsung pergi alun-alun bandung untuk beristirahat dll. Saat di masjid raya bandung kami bingung akan tidur dimana malam ini, sempat berpikir bermalam di masjid. Dan kami memutuskan untuk bermalam dan melihat sunrise di bukit moko yang ada di lembang. Akhirnya kami melakukan perjalanan kesana, namun setelah hampir sampai mobil rombongan lain mogok lantaran tidak kuat lantaran jalannya yang cukup menanjak. Dengan keadaan telah tengah malam serta seperti ditengah tengah hutan yang sepi sekali. Kami memutuskan untuk tidak mengambil resiko untuk terus menanjak keatas. Akhirnya kami turun dan mencari-cari tempat untuk tidur dan bermalam, pada malam hari suhu di lembang sangat dingin dan kami butuh istirahat. Terdapat warung kopi lesehan di pinggir jalan, kami memutuskan untuk menyewa tempat tersebut untuk sekedar rebahan dan tidur. Dengan alas kain tipis kami beristirahat untuk melakukan perjalanan kembali besok, tak terasa waktu cepat berlalu hanya beberapa jam kami tidur. Jam 5 pagi kami mencari tempat untuk kami bisa mandi dan solat. Setelah itu kami siap untuk perjalanan di hari kedua yang merupakan hari terakhir. Lalu kami pulang dalam keadaan hati yang senang.


SDN Majasari dan Mayang sari Mempersembahkan Pertunjukan Marching Band
di acara perpisahan Mahasiswa KKN UNJ 2016
               
Lelah masih terasa ditubuh kami semua namun, kami harus mempersiapkan cara perpisahan kami yang akan diadakan besok. Kondisi yang  tidak memungkinkan serta persiapan yang belum matang kami mengundur satu hari acara perpisahan kami dengan warga untuk kepulangan kami ke Jakarta.
               
Acara perpisahan berjalan dengan lancar dan antusias masyarakat sekitar sangat besar, semua senang dengan acara yang kami adakan untuk mereka, pentas seni yang ditampilkan oleh anak-anak masyarakat sekitar memberikan kesan tersendiri bagi kami. acara berakhir haru di penghujung acara kami berpamitan karena keesokan harinya akan pulang ke Jakarta, semua yang ada disana meneteskan air mata.
                                                                                                                                            Sisingaan                                                               lg pada sibuk menggambar dan mewarnai


Cantik-cantiknya penari tradisional majas
 
28 hari bersama kalian. Terlalu Banyak kenangan sampai banyak yang tidak sempat tercorehkan ditulisan ini.  setiap hari saat pulang sekolah kalian dengan cerita mengetuk pintu kamar kami agar kami belajar dan bermain dengan kalian. Sampai ada salah satu dari orangtua kalian mencari kalian karena pulang sekolah tidak izin terlebih dahulu untuk pergi ke homestay kami. kalian memberikan warna kehidupan baru khususnya untuk ku. Cerita yang tak mungkin aku lupakan dalam ingatanku dan tak akan pernah terhapus. Kisah ini akan menjadi salah satu pengalaman yang mungkin akan banyak aku bagikan kepada orang-orang yang aku sayang di hidupku.

Yang baju Merah ini Wanita kesayanganku di Majas
Dia adalah cici. Dia selalu mengikuti dan nempel dengan kami kemanapun kami pergi. Dari pagi hingga malam pun ia bersama kami, menemani segala kegiatan kami. sejak awal kedatangan kami, ia sudah berdiri dip agar depan homestay kami. aku dan teman-temanku bertanya-tanya siapa dia, kok ngeliatin terus. Cici ternyata lebih tua dariku, awalnya aku dan yang lain risih karena dia selalu membuntuti kami. namun akhirnya kami menyadari bahwa ia hanya ingin kami beri perhatian dan kasih sayang, cici orang yang baik.

Foto keluarga
Cici & Aa Martin
Cici ini ternyata lebih tua dariku tapi ia memiliki sifat yang masih seperti anak kecil. Cici mengaku kalau ia memiliki banyak pacar hahaha ciciiiiiiiii aku kangen, dan cici juga suka sama wakil ketua kami yaitu kak martin namun cici menyebutnya Aa martin haha. Aku dan teman-temanku sering menjodoh-jodohkan mereka untuk sekedar membuat cici bahagia. Cici sangat senang belajar bersama kami, cici senang belajar menghitung, membaca, menulis dan mengaji.
Cici tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Cici dirawat dan dibesarkan oleh ayahnya. Ayahnya pun bekerja, cici kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Saat cici kecil ia pernah sakit dan itu menyebabkan cici masih seperti anak kecil di umurnya yang sudah dewasa. Kami ingin memberikan kado special untuk ayahnya. Kami berencana untuk menampilkan cici di panggung perpisahan kami untuk membacakan puisi ayah yang kami buat khusus untuk ayahnya. Butuh waktu berminggu-minggu untuk melatih cici agar dapat membaca dan menghapalkan satu bait puis ayah. Cici sangat bersemangat menghapalkannya ia selau membawa selembar kertas catatan puisi ayah di dompet kesayangannya. Kami berjanji akan memberi hadiah beberapa buku dan pensil yang diinginkannya itulah yang membuat ia semangat.
Cici selalu marah kalau aku bilang sebentar lagi kami akan pulang ke Jakarta, ia tidak rela kami pergi meninggalkannya, dan pada saatnya kami harus pulang ia menangisi kepergian kami, aku sangat sedih melihat cici menangis seperti itu.

Perjalanan Pulang Kami

Majasari kami harus pulang, terimakasih untuk 28 harinya. Team Majas kita harus berpisah dalam kebersamaan yang pernah kita lakukan selama 28hari. Mungkin kita tidak dapat bertemu setiap hari lagi, masak bareng, ngajar bareng, tidur bareng, makan bareng, susah senang bersama tidak bisa kita lakukan lagi setiap hari. Mata Kuliah KKN telah memberikan pengalaman yang luar biasa, aku senang bisa merasakannya namun untuk kedua kalinya? Hmmmmm pikir-pikir dulu deh. Hehehe… inilah kisahku pada saat KKN, tidak semuanya bisa aku ceritakan. Masih banyak kegiatan bersama warga, dan tingkah absurd para personil team majas dan yang lainnya belum sempat terceritakan. Sekian, terima kasih.


Dokumentasi keseharian kami di majas :
                        

           Minjem Becak Orang                                   Gotong Royong ngerjain proker 
                                                                                   sama bersama cowok Wankers



              

                                      Ritual Makan setiap hari, ya kumpul kayak gini                               



                                                                    Acara Ngeliwet  

 
                                                     Abang-Abang lg ke pasar




                                                Ceritanya lagi Broken Heart