Tawuran
Pelajar Merusak Moral Generasi Penerus Bangsa
Oleh:
Adinda
Pendidikan
dibutuhkan untuk semua orang, Setiap orang mutlak harus mendapatkan
pendidikannya. Karena pendidikan
bertujuan membekali seseorang dengan keilmuan baik secara umum ataupun
skill (kemampuan) khusus di mana dengan keilmuan tersebut dapat membuat
seseorang berpikir kritis, melihat secara objektif, dan juga mampu
menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari dunia yang terus berkembang di
era globalisasi ini. Dari pendidikan dapat mengahasilkan generasi emas untuk
membangun indonesia yang lebih maju di masa yang akan datang. Tetapi untuk
mewujudkan hasil pendidikan seperti itu dibutuhkan proses namun, di dalam
proses itulah terjadi banyak permasalahan dalam pendidikan di indonesia saat
ini. Salah satu permasalahan yang dapat menghambat proses pendidikan dengan
baik adalah tawuran antar pelajar. Tawuran pelajar sering sekali terjadi di
indonesia ini bahkan sudah menjadi tradisi di beberapa sekolah. Tawuran pelajar
ini kerap sekali muncul di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas. Seperti
kasus tawuran yang dimuat di dalam TEMPO.CO,
Jakarta -
Kematian Alawy Yusianto Putra, 15 tahun, pelajar kelas X SMA 6 Jakarta yang
jadi korban tawuran dengan SMA 70. Alawy merupakan seorang korban dari tawuran
yang dilakukan oleh dua buah sekolah yang sudah sering melakukan aksi kekerasan
antara pelajar itu mungkin sudah menjadi tradisi atau kebiasaan dalam tawuran
antar pelajarnya. Dampak yang diakibatkan oleh tawuran pelajar ini sangat
negatif. Dan mengapa tawuran pelajar dikatakan dapat menghambat proses pendidikan?
Karena pendidikan merupakan suatu sistem, jika ada salah satu sistem itu tidak
berjalan sesuai pada posisinya maka tujuan pendidikan itu tidak akan tercapai. Tawuran
pelajar akan merusak dalam sistem pendidikan itu sendiri. Karena salah satu
tujuan pendidikan adalah menciptakan karakter baik, jika masih banyak kasus
tawuran pelajar itu terjadi berarti menunjukan tujuan pendidikan masih belum
berhasil terealisasikan dan dapat dikatakan gagal dalam menciptakan kepribadian
yang sesuai dengan diharapakan . dalam tawuran pelajar selain dapat menimbulkan
korban jiwa juga dapat berpengaruh terhadap prestasi anak di dalam aktivitas
sekolahnya. serta dapat menggangu psikologi baik terhadap pelaku ataupun
orang-orang lingkungan sekitar yang tidak sengaja terlibat dalam hal tersebut.
Dilihat dari faktor penyebab terjdinya prilaku menyimpang dari seorang pelajar itu
adalah akibat pergaulan, ajakan teman, kurangnya kontrol dari orang tua dan
lengahnya pengawasan dari pihak sekolah. Hal ini tentunya merupakan fenomena yang
sangat memprihatinkan. Generasi yang diharapkan mampu membawa perubahan bangsa
kearah yang lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kondisi ini juga dapat
membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa. Adanya tawuran pelajar ini membuat
pertanyaan. Dimana kah letak kesalahannya sehingga timbulnya tawuran pelajar.
Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia ? dilihat dari
sistem pendidikan yang kebanyakan ada di indonesia lebih menekankan pada sebuah
ukuran nilai. seharusnya di sekolah,
anak jangan hanya dipaksa mengejar nilai yang bagus namun mengabaikan
nilai-nilai humanisnya sebagai manusia dan mahluk sosial. Kecerdasan emosi (EQ)
harus sudah mulai diperhitungkan sebagai nilai-nilai yang tidak boleh dianggap
sepele oleh kaum pendidik terutama dalam kurikulum sekolah.
sesuai kasus tersebut dapat dilihat teori pendidikan Aliran Konvergensi :
William stern (1871-1939) Aliran yang berdasarkan konsepsi konvergensi ingin
mengawinkan dua aliran yang 180 derajat berlawanan, yaitu aliran empirisme dan
aliran nativisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini
telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak
selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi faktor pembawaan dan
lingkungan sangat penting. Maka dari itu di dalam proses
pendidikan tidak hanya memberikan suatu pengetahuan dan pemahaman saja namun,
pembentukan sikap dan prilaku juga sangat penting dalam menghasilkan pribadi
yang baik. Apalagi pada saat era globalilasi saat ini yang sudah melanda dunia
salah satunya indonesia yang sudah terkena dampak dari era globalisasi ini. Dampak yang sangat terasa saat
ini adalah mulainya terkikisnya nilai-nilai moral bangsa termasuk moral para
generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus dan merupakan masa depan
bangsa. Maka dari itu di dalam pendidikan sangat berperan
penting untuk melestarikan sistem norma dan nilai yang ada dan terus berkembang
dalam kehidupan masyarakat saat ini agar dapat berjalan dengan baik. Terkait
hal itu pendidikan di indonesia seharusnya tidak hanya cenderung membuat tujuan
agar siswanya hanya memiliki kecerdasan intelektual saja. Tidak hanya merubah
kurikulum semata yang terus dirombak dan diperbaiki tetapi mealakukan perubahan
mental, pola pikir dan prilaku pelaku pendidikan secara mendasar sehingga
memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral. Agar
pendidikan di indonesia ini berhasil melahirkan generasi penerus bangsa dengan
intelektual yang tinggi serta moral yang baik.
[1]