Selasa, 09 September 2014

Tawuran Pelajar Merusak Moral Generasi Penerus Bangsa


Tawuran Pelajar Merusak Moral Generasi Penerus Bangsa  
Oleh: 
 Adinda

Pendidikan dibutuhkan untuk semua orang, Setiap orang mutlak harus mendapatkan pendidikannya. Karena  pendidikan bertujuan membekali seseorang  dengan keilmuan baik secara umum ataupun skill (kemampuan) khusus di mana dengan keilmuan tersebut dapat membuat seseorang berpikir kritis, melihat secara objektif, dan juga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari dunia yang terus berkembang di era globalisasi ini. Dari pendidikan dapat mengahasilkan generasi emas untuk membangun indonesia yang lebih maju di masa yang akan datang. Tetapi untuk mewujudkan hasil pendidikan seperti itu dibutuhkan proses namun, di dalam proses itulah terjadi banyak permasalahan dalam pendidikan di indonesia saat ini. Salah satu permasalahan yang dapat menghambat proses pendidikan dengan baik adalah tawuran antar pelajar. Tawuran pelajar sering sekali terjadi di indonesia ini bahkan sudah menjadi tradisi di beberapa sekolah. Tawuran pelajar ini kerap sekali muncul di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas. Seperti kasus tawuran yang dimuat di dalam TEMPO.CO, Jakarta - Kematian Alawy Yusianto Putra, 15 tahun, pelajar kelas X SMA 6 Jakarta yang jadi korban tawuran dengan SMA 70. Alawy merupakan seorang korban dari tawuran yang dilakukan oleh dua buah sekolah yang sudah sering melakukan aksi kekerasan antara pelajar itu mungkin sudah menjadi tradisi atau kebiasaan dalam tawuran antar pelajarnya. Dampak yang diakibatkan oleh tawuran pelajar ini sangat negatif. Dan mengapa tawuran pelajar dikatakan dapat menghambat proses pendidikan? Karena pendidikan merupakan suatu sistem, jika ada salah satu sistem itu tidak berjalan sesuai pada posisinya maka tujuan pendidikan itu tidak akan tercapai. Tawuran pelajar akan merusak dalam sistem pendidikan itu sendiri. Karena salah satu tujuan pendidikan adalah menciptakan karakter baik, jika masih banyak kasus tawuran pelajar itu terjadi berarti menunjukan tujuan pendidikan masih belum berhasil terealisasikan dan dapat dikatakan gagal dalam menciptakan kepribadian yang sesuai dengan diharapakan . dalam tawuran pelajar selain dapat menimbulkan korban jiwa juga dapat berpengaruh terhadap prestasi anak di dalam aktivitas sekolahnya. serta dapat menggangu psikologi baik terhadap pelaku ataupun orang-orang lingkungan sekitar yang tidak sengaja terlibat dalam hal tersebut. Dilihat dari faktor penyebab terjdinya prilaku menyimpang dari seorang pelajar itu adalah akibat pergaulan, ajakan teman, kurangnya kontrol dari orang tua dan lengahnya pengawasan dari pihak sekolah. Hal ini tentunya merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Generasi yang diharapkan mampu membawa perubahan bangsa kearah yang lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kondisi ini juga dapat membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa. Adanya tawuran pelajar ini membuat pertanyaan. Dimana kah letak kesalahannya sehingga timbulnya tawuran pelajar. Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia ? dilihat dari sistem pendidikan yang kebanyakan ada di indonesia lebih menekankan pada sebuah ukuran nilai. seharusnya di sekolah, anak jangan hanya dipaksa mengejar nilai yang bagus namun mengabaikan nilai-nilai humanisnya sebagai manusia dan mahluk sosial. Kecerdasan emosi (EQ) harus sudah mulai diperhitungkan sebagai nilai-nilai yang tidak boleh dianggap sepele oleh kaum pendidik terutama dalam kurikulum sekolah.
sesuai kasus tersebut dapat dilihat teori pendidikan Aliran Konvergensi : William stern (1871-1939) Aliran yang berdasarkan konsepsi konvergensi ingin mengawinkan dua aliran yang 180 derajat berlawanan, yaitu aliran empirisme dan aliran nativisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi faktor pembawaan dan lingkungan sangat penting. Maka dari itu di dalam proses pendidikan tidak hanya memberikan suatu pengetahuan dan pemahaman saja namun, pembentukan sikap dan prilaku juga sangat penting dalam menghasilkan pribadi yang baik. Apalagi pada saat era globalilasi saat ini yang sudah melanda dunia salah satunya indonesia yang sudah terkena dampak dari era globalisasi ini. Dampak yang sangat terasa saat ini adalah mulainya terkikisnya nilai-nilai moral bangsa termasuk moral para generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus dan merupakan masa depan bangsa. Maka dari itu di dalam pendidikan sangat berperan penting untuk melestarikan sistem norma dan nilai yang ada dan terus berkembang dalam kehidupan masyarakat saat ini agar dapat berjalan dengan baik. Terkait hal itu pendidikan di indonesia seharusnya tidak hanya cenderung membuat tujuan agar siswanya hanya memiliki kecerdasan intelektual saja. Tidak hanya merubah kurikulum semata yang terus dirombak dan diperbaiki tetapi mealakukan perubahan mental, pola pikir dan prilaku pelaku pendidikan secara mendasar sehingga memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral. Agar pendidikan di indonesia ini berhasil melahirkan generasi penerus bangsa dengan intelektual yang tinggi serta moral yang baik. [1]


[1] Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS A 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar