Minggu, 08 Mei 2016

Aku Kaya Dan Kau Miskin Ala Kapitalisme

             Manusia itu unik, Berbeda-beda, manusia satu dengan manusia lainnya tidaklah sama. Begitu pula dengan takdir yang dihadapinya. Ada yang dilahirkan dari keluarga yang bergelimang harta pun ada yang dilahirkan dari golongan keluarga pada masyarakat kelas bawah. Perbedaan-perbedaan pada manusia baik pada fisik maupun non fisik dengan latarbelakang yang berbeda-beda seharusnya dapat menjalankan kehidupan yang selaras. Karena setiap manusia memiliki hak yang sama.  Tapi tidak berlaku di era globalisasi seperti sekarang ini. Mau hidup enak? Ya kerja keras! Mau uang? Ya usaha sendiri! hidup di zaman ini boleh dikatakan sangatlah keras. Sistem kapitalis yang telah berlaku di dunia termasuk di negara Indonesia membuat manusia individualis. Orang-orang berlomba mencari untung sebanyak-banyaknya, mengumpulkan uang sebagai takaran kehidupan yang sejahtera. Karena uang manusia menjadi arogan, timbul persaingan sehingga berdampak pada kehidupan sehari-hari manusia dalam bermasyarakat. Kejahatan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, sampai pembunuhan terjadi karena persoalan uang. Kehidupan manusia menjadi tidak tenang.
Pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang mewah sudah banyak dibangun sebagai tempat tinggal yang tentunya untuk orang-orang berduit. Namun, disisi lain masih banyak orang tidak memiliki tempat tinggal yang layak, yang jauh dari kata nyaman belum lagi bayang bayang satpol pp yang menghantui mereka setiap hari agar tidak digusur dari tempat tinggal mereka. Lantaran gubuk yang dibangun itu bukan tanah milik mereka. bagaimana tidak? Untuk membangun sebuah rumah membutuhkan biaya, tidak usah Tanya hal itu. Hanya untuk memiliki sebidang tanah untuk membangun rumah pun mereka tidak mampu. Tanah. ya tanah, telah dikuasai oleh para pemilik modal. Rakyat kecil tidaklah berdaya. Hal seperti ini tidak mungkin terjadi bila kita selalu mengingat kewajiban setiap manusia(khususnya muslim) untuk bersedekah, berzakat dari hasil pendapatannya. Keseimbangan akan tetap terpelihara sehingga tidak menimbulkan kesenjangan. Kaya ataupun miskin bukanlah suatu masalah bagi kita apalagi merasa tuhan itu tidak adil. Bukannya adanya kekurangan dan kelebihan itu untuk saling menyempurnakan? pada sistem kapitalis saat ini pemilik modal lah yang berkuasa yang kaya akan semakin kaya sedangkan yang miskin akan semakin miskin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar