Manusia itu unik, Berbeda-beda, manusia satu dengan manusia
lainnya tidaklah sama. Begitu pula dengan takdir yang dihadapinya. Ada yang
dilahirkan dari keluarga yang bergelimang harta pun ada yang dilahirkan dari
golongan keluarga pada masyarakat kelas bawah. Perbedaan-perbedaan pada manusia
baik pada fisik maupun non fisik dengan latarbelakang yang berbeda-beda seharusnya
dapat menjalankan kehidupan yang selaras. Karena setiap manusia memiliki hak
yang sama. Tapi tidak berlaku di era
globalisasi seperti sekarang ini. Mau hidup enak? Ya kerja keras! Mau uang? Ya
usaha sendiri! hidup di zaman ini boleh dikatakan sangatlah keras. Sistem
kapitalis yang telah berlaku di dunia termasuk di negara Indonesia membuat
manusia individualis. Orang-orang berlomba mencari untung sebanyak-banyaknya,
mengumpulkan uang sebagai takaran kehidupan yang sejahtera. Karena uang manusia
menjadi arogan, timbul persaingan sehingga berdampak pada kehidupan sehari-hari
manusia dalam bermasyarakat. Kejahatan kriminalitas seperti pencurian,
perampokan, sampai pembunuhan terjadi karena persoalan uang. Kehidupan manusia
menjadi tidak tenang.
Pemandangan gedung-gedung pencakar
langit yang mewah sudah banyak dibangun sebagai tempat tinggal yang tentunya
untuk orang-orang berduit. Namun, disisi lain masih banyak orang tidak memiliki
tempat tinggal yang layak, yang jauh dari kata nyaman belum lagi bayang bayang
satpol pp yang menghantui mereka setiap hari agar tidak digusur dari tempat
tinggal mereka. Lantaran gubuk yang dibangun itu bukan tanah milik mereka.
bagaimana tidak? Untuk membangun sebuah rumah membutuhkan biaya, tidak usah
Tanya hal itu. Hanya untuk memiliki sebidang tanah untuk membangun rumah pun
mereka tidak mampu. Tanah. ya tanah, telah dikuasai oleh para pemilik modal.
Rakyat kecil tidaklah berdaya. Hal seperti ini tidak mungkin terjadi bila kita
selalu mengingat kewajiban setiap manusia(khususnya muslim) untuk bersedekah,
berzakat dari hasil pendapatannya. Keseimbangan akan tetap terpelihara sehingga
tidak menimbulkan kesenjangan. Kaya ataupun miskin bukanlah suatu masalah bagi
kita apalagi merasa tuhan itu tidak adil. Bukannya adanya kekurangan dan
kelebihan itu untuk saling menyempurnakan? pada sistem kapitalis saat ini
pemilik modal lah yang berkuasa yang kaya akan semakin kaya sedangkan yang
miskin akan semakin miskin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar