Filsafat
selalu mempertanyakan hal-hal yang mendasar dalam dirinya. manusia dituntut
untuk merenungi dan menganalisis semua yang ada disekitarnya dalam bentuk
pengamatan ataupun pengetahuan yang ia peroleh. Di dalam filsafat kita dituntut
menggunakan akal dan berfikir rasional namun, ada hal yang perlu diperhatikan
tentang perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia. Perasaan itu erat kaitannya
dengan keyakinan. Keyakinan itu berasal dari perasaan yang dimiliki seseorang
dan hatilah yang membenarkannya. Ada
saat nya sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan oleh suatu pemikiran karena
manusia memiliki keterbatasan begitu pun
dengan otak manusia.
Manusia
memang makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya karena memiliki akal yang
dapat digunakan untuk berfikir namun, sebagai manusia yang beragama pastilah
kita meyakini bahwa semua memiliki batasan tertentu karena manusia hanya
diciptakan dan ada yang menciptakan. Dengan begitu sebenarnya ilmu pengetahuan
pun memiliki keterbatasan karena tidak ada yang sempurna semuanya pasti
memiliki kelebihan maupun kekurangan. Suatu
kisah tentang Isra
Miraj menceritakan bahwa
adanya perjalanan nabi muhammad saw yang singkat ke langit menggunakan buraq merupakan ujian berat bagi orang-orang yang berfilsafat dan berifikir rasional karena itu merupakan suatu hal yang tidak memungkinkan. Tetapi bagi orang yang
beragama pastilah ini adalah sebuah keyakinan berdasarkan hati yaitu adanya Kesadaran iman untuk mengatasi atau melampaui pemahaman akal. Karena dalam
islam kejadian ini sudah ada dan dijelaskann oleh allah dalam al-qur’an "Maha
Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam
dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi
sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran
Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat."-(QS.17:1). Dalam islam al-qur’an adalah
sumber pembenaran, yang sudah ada dalam al-qur’an kebenarannya sudah pasti.
maka dari itulah al-qur’an dijadikan pedoman bagi umat muslim. Dan kita harus
mempercayainya karena itu merupakan bentuk keimanan yang sudah menyangkut
aqidah salah satunya adalah percaya kepada kitab allah. Keyakinan ini merupakan
suatu jalan bagaimana pemahaman akal
sudah tidak bisa lagi digunakan oleh kita yang jika terus-menerus dipertanyakan
akan mengakibatkan frustasi. Efek frustasi itu yang akan merusak otak kita.
Disinilah kesadaran iman dapat berfungsi untuk menyegarkan otak kita dari kebuntuan.
Orang yang beriman tidak pernah mengalami kebuntuan karena jika itu terjadi
mereka menggunakan keimanannya untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa
ditemukan jawabanya melalui akal dan pemahamannya. Akal memang selalu di lebih
dahulukan tapi ada kalanya kita harus mengabaikan akal. pemahaman akal mesti tunduk pada kesadaran iman.
Akal merupakan anugerah terbesar bagi manusia karena itulah yang
membedakannya dengan makhluk lain sehingga disebut makhluk yang paling
sempurna. Akal terdapat pada otak, otak terletak dibagian paling atas anggota
tubuh manusia yakni kepala. Artinya akal ditempatkan paling atas menunjukan
betapa pentingnya akal untuk manusia. Adanya alam semesta dengan segala isinya,
adanya yang mengatur tata surya sehingga terciptanya kehidupan di bumi. Seharusnya
akal digunakan untuk berpikir semua itu dan menyadari kebesaran tuhan namun,
akal digunakan kesombongan manusia bahwa semua yang ada di alam semesta dapat
dijelaskan melalui akal dan pemahamannya sehingga mendustakan bahwa ada yang
berkuasa atas semuanya yaitu sang
pencipta. Penting sekali tatkala akal harus tunduk pada kesadaran iman. Peristiwa isra mi'raj juga yang menjadi awal diturunkannya perintah sholat. Dalam gerakan sholat menuntun kita bagaimana seharusnya memberikan tempat untuk akal.
Ketika berdiri tegak berarti adakalanya kita mendahulukan akal, ketika rukuk
saat posisi kepala sejajar dengan hati yang berati adakalanya kita menggunakan
akal namun, menggunakan pula sentuhan nurani, nurani ini yang menguatkan kita
ketika kita lebih menggunakan hati dibanding akal, dan ketika sujud saat posisi
kepala berada dipaling bawah yang dapat berarti adakalanya akal harus tunduk
total mungkin itu bisa menjadi sebab gerakan sujud dilakukan 2x disetiap
rakaatnya. Agar kita menyadari bahwa manusia memiliki akal untuk tunduk dan
patuh kepada Allah SWT. Wallahu a'lam.