Sekolah merupakan tempat bagi anak-anak untuk
menimba ilmu, membina dan mendidik anak-anak menjadi manusia Yang berakhlak baik dan berintelektual tinggi.
Sehingga ia mampu dan mempunyai cukup bekal untuk masuk kedalam masyarakat luas
yang dengan mandiri menjalankan kehidupannya. Lingkungan sekolah akan menjadi
rumah kedua bagi anak-anak setelah keluarga.
Karena sebagian besar waktunya dihabiskan di sekolah. Belajar, bermain, berkembang bersama
anak-anak lainnya.
Semua manusia berhak mendapatkan pendidikannya, di
Indonesia hal itu secara tegas dimasukan kedalam UUD 1945 itu artinya tak terkecuali semua anak bangsa Indonesia berhak bersekolah yang telah dijamin oleh pemerintah. Begitupula dengan ABK (Anak berkebutuhan khusus)
biasanya anak ABK dipandang sebelah mata karena kekurangan dan keterbatasan
yang mereka miliki. Anak ABK yang memiliki kekurangan cacat mental maupun cacat
fisik membuat masyarakat memberikan stigma, mengolok-olok dan keberadaannya
tidak diakui oleh lingkungannya. Sehingga membuat mereka memisahkan diri dengan
orang-orang yang memiliki fisik dan mental normal. ABK itu sama dengan manusia
normal pada umumnya mereka memiliki perasaan. Marah ketika dihina, sedih ketika
dijauhi, menangis ketika hati mereka merasa tersakiti mereka memiliki hati dan
perasaannya sama dengan manusia lainnya terkadang masyarakat memperlakukannya
seakan ia bukan manusia tak berperasaan.
Anak berkebutuhan khusus biasanya dididik di sekolah
luar biasa (SLB) bersama anak-anak ABK lainnya. Namun saat ini mungkin belum
banyak yang tahu bahkan ada beberapa sekolah umum yang menerima ABK untuk
dididik bersama-sama anak normal lainnya. Seperti salah satu sekolah menengah
pertama negeri di Jakarta Timur, ABK dicampurbaurkan dengan anak-anak normal
didalam kelas belajar dan bersosialisasi dengan anak normal. Saya merasa senang bisa memiliki pengalaman
mengajar di sekolah yang biasa disebut sekolah inklusif tersebut. Awalnya
sempat ragu karena saya pun mengira anak ABK akan menyulitkan saya ketika
mengajar. Namun pandangan saya itu hilang ketika melihat anak ABK semangat
belajar meskipun memang mereka harus diperlakukan secara khusus. Disekolah
tempat saya menimba ilmu mengajar terdapat maksimal dua anak ABK disetiap
kelasnya dengan kekurangan yang bermacam-macam jenis. Saya mengajar dua kelas
di sekolahan tersebut dan mendidik 3 anak murid ABK dari 45 anak ABK yang ada
disekolah ini. Saya bangga terhadap mereka dan sangat menyayangi mereka
Biasanya ABK mudah untuk diatur tetapi untuk anak
ganteng ini memiliki keunikan tersendiri dia hanya menurut oleh perkataan
mamanya, dan teman sebangkunya. Maka dari itu mamanya selalu menunggunya diluar
kelas, ketika ia tidak bisa diatur atau jika moodnya sedang tidak baik biasanya
dirinya marah-marah sendiri dan mamanya yang akan bertindak. Si ganteng satu
ini sangat pemalu dikasih coklat sama bu guru nggak mau tapi dirumah kamu makan
juga yaaa.. (sebenarnya ABK tidak baik diberi makanan coklat karena akan
membuatnya malah semakin depresi ) karena pada saat itu saya tidak tahu dan
mamanya mengizinkan dan ternyata si ganteng suka yaaa…
Kalau ini juga si ganteng yang pinter dia selalu
mengerti apa yang dikatakan gurunya, dan dapat melakukan perintah gurunya. Anak
yang sangat penurut dan tenang. Awalnya ia adalah normal seperti anak-anak
lainnya entah mengapa seperti petir yang menyambar di siang bolong. Tiba-tiba
ia mengalami demam yang sangat tinggi, ketika dibawa kerumah sakit dan di
infus, saat itulah karena kesalahan memasukan jarum infus ke nadinya membuat
ia harus koma selama 28 hari. Bisa dikatakan harapan untuk hidupnya tak sampai
10% namun ketika tuhan berkata jadi maka jadilah. Dengan keajaiban yang
diberikan dari sang maha kuasa ia pun dapat sadarkan diri namun harus menerima
kenyataan bahwa ia mengalami gangguan saraf pada otaknya hingga saat ini ia
mengalami keterbelakangan mental namun hal yang special darinya adalah ia dapat
memahami dan mengerti perkataan orang-orang, otaknya bisa berfikir dengan baik,
dapat memecahkan soal, hanya saja entah karena apa ketika ia ingin
menuangkannya dalam goresan tinta tulisannya tidak dapat terbaca. Tetapi
selebihnya dia anak yang sangat baik sama seperti anak pada umumnya.
Nah kalau ini yang cantiknya melebihi princess syahrini.
Yang kalau ketemu gurunya selalu bilang cantiiiik.. cantiik sambil dua jari
telunjuk di pipi hihi yang asik kalau ditanya-tanya, yang seneng banget
digodain sama temen-temen lainnya. Anak yang sangat murah senyum.
Anak berkebutuhan khusus yang satu ini walaupun dia bukan anak didikku, tapi saya sering
sekali menyapanya karena ia memiliki keunikan tersendiri yang bisa membuat saya
selalu tersenyum. Anak ini sangat penurut, sopan, ramah, pintar, baik. tetapi
ada-ada saja tingkah uniknya yang buat saya selalu senyum-senyum sendiri ketika
memperhatikannya. saya sering memperhatikannya karena ia selalu menjadi muadzin
di musolah sekolah ketika jadwal solat dzuhur, dia yang selalu berbicara
dispeaker musolah untuk mengingatkan warga sekolah agar menuju musolah untuk
melaksanakan solat. Dan yang menjadi perhatiaan saya ketika ia telah melakukan
salam terakhir dalam solat ia langsung berdiri menjabat tangan para jemaah
dengan cepat dan langsung keluar begitu saja. Uniknya lagi ia selalu mencium
tangan setiap guru yang ia lihat. sampai pernah saat dia melihat seorang guru
(padahal sedang upacara) ia bergegas menghampiri gurunya dan tidak melihat ada
selokan lalu jatuhlah kakinya kedalam selokan itu namun ditolong oleh gurunya
masih saja ia ingin mencium tangan gurunya. Dia selalu melaporkan apapun
kegiatan yang akan ia lakukan pada setiap guru yang ia lihat. Ibu saya mau ke
kamar mandi dulu ya bu, ibu saya mau ganti baju dulu yaa bu, ibu saya mau makan
dulu ya bu, dia selalu bilang seperti itu dengan kepala yang selalu menunduk
kalau berjalan ataupun saat berbicara, yang selalu mengucapkan salam ketika
selesai berbicara tapi semua hal itu dapat dilakukannya ketika moodnya sedang
baik, bila moodnya sedang jelek wajahnya akan terlihat muram, cemberut,
berbicara sendiri dan marah-marah sendiri. ^_^ masih banyak ABK yang ada disekolah ini dan banyak hal yang aku sukai dari mereka, senyuman mereka seakan sebuah semanagat bagiku, keluguannya, kepolosannya, selalu membuat senyuman dibibir ini.
Anak
berkebutuhan khusus merupakan anak special, tidak semestinya kita membedakan
dengan cara merendahkannya. Melainkan memberikan kasih sayang lebih, karena
yang mereka inginkan hanya kasih sayang dan pengertian karena itulah mereka
dianggap special. Bukan memisahkannya dari lingkungan
dan orang-orang sekitarnya. Menurutku sekolah inklusif ini benar-benar
memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan, justru ABK lah yang menjadi
motivasiku untuk berusaha menjadi guru yang baik, karena melihat semangat
belajar mereka dalam keterbatasan yang mereka miliki. Yang menjadi pelipur lara
dengan tingkahnya yang lucu dan menggemaskan karena mereka tetap menjadi anak
kecil meski didalam tubuh yang terus berkembang. terkadang beberapa (kebanyakan
yang saya alami disekolah) anak normal lebih sulit diatur dan dididik dibanding
anak ABK nya sendiri, tidak mematuhi peraturan, kadang tidak menghormati
gurunya, tidak mengerti sopan santun. Semakin zaman berkembang moral anak-anak
bangsapun ikut tergerus oleh zaman. Bangsa indonesia perlu pendidik yang
benar-benar bisa mendidik secara intelektual maupun moral.





