Jumat, 23 September 2016

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)




Sekolah merupakan tempat bagi anak-anak untuk menimba ilmu, membina dan mendidik anak-anak menjadi manusia  Yang berakhlak baik dan berintelektual tinggi. Sehingga ia mampu dan mempunyai cukup bekal untuk masuk kedalam masyarakat luas yang dengan mandiri menjalankan kehidupannya. Lingkungan sekolah akan menjadi rumah kedua bagi anak-anak setelah keluarga.  Karena sebagian besar waktunya dihabiskan di sekolah.  Belajar, bermain, berkembang bersama anak-anak lainnya.
Semua manusia berhak mendapatkan pendidikannya, di Indonesia hal itu secara tegas dimasukan kedalam UUD 1945  itu artinya tak terkecuali semua anak bangsa Indonesia berhak bersekolah yang telah dijamin oleh pemerintah.  Begitupula dengan ABK (Anak berkebutuhan khusus) biasanya anak ABK dipandang sebelah mata karena kekurangan dan keterbatasan yang mereka miliki. Anak ABK yang memiliki kekurangan cacat mental maupun cacat fisik membuat masyarakat memberikan stigma, mengolok-olok dan keberadaannya tidak diakui oleh lingkungannya. Sehingga membuat mereka memisahkan diri dengan orang-orang yang memiliki fisik dan mental normal. ABK itu sama dengan manusia normal pada umumnya mereka memiliki perasaan. Marah ketika dihina, sedih ketika dijauhi, menangis ketika hati mereka merasa tersakiti mereka memiliki hati dan perasaannya sama dengan manusia lainnya terkadang masyarakat memperlakukannya seakan ia bukan manusia tak berperasaan.

Anak berkebutuhan khusus biasanya dididik di sekolah luar biasa (SLB) bersama anak-anak ABK lainnya. Namun saat ini mungkin belum banyak yang tahu bahkan ada beberapa sekolah umum yang menerima ABK untuk dididik bersama-sama anak normal lainnya. Seperti salah satu sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Timur, ABK dicampurbaurkan dengan anak-anak normal didalam kelas belajar dan bersosialisasi dengan anak normal.  Saya merasa senang bisa memiliki pengalaman mengajar di sekolah yang biasa disebut sekolah inklusif tersebut. Awalnya sempat ragu karena saya pun mengira anak ABK akan menyulitkan saya ketika mengajar. Namun pandangan saya itu hilang ketika melihat anak ABK semangat belajar meskipun memang mereka harus diperlakukan secara khusus. Disekolah tempat saya menimba ilmu mengajar terdapat maksimal dua anak ABK disetiap kelasnya dengan kekurangan yang bermacam-macam jenis. Saya mengajar dua kelas di sekolahan tersebut dan mendidik 3 anak murid ABK dari 45 anak ABK yang ada disekolah ini. Saya bangga terhadap mereka dan sangat menyayangi mereka


        Biasanya ABK mudah untuk diatur tetapi untuk anak ganteng ini memiliki keunikan tersendiri dia hanya menurut oleh perkataan mamanya, dan teman sebangkunya. Maka dari itu mamanya selalu menunggunya diluar kelas, ketika ia tidak bisa diatur atau jika moodnya sedang tidak baik biasanya dirinya marah-marah sendiri dan mamanya yang akan bertindak. Si ganteng satu ini sangat pemalu dikasih coklat sama bu guru nggak mau tapi dirumah kamu makan juga yaaa.. (sebenarnya ABK tidak baik diberi makanan coklat karena akan membuatnya malah semakin depresi ) karena pada saat itu saya tidak tahu dan mamanya mengizinkan dan ternyata si ganteng suka yaaa…


      Kalau ini juga si ganteng yang pinter dia selalu mengerti apa yang dikatakan gurunya, dan dapat melakukan perintah gurunya. Anak yang sangat penurut dan tenang. Awalnya ia adalah normal seperti anak-anak lainnya entah mengapa seperti petir yang menyambar di siang bolong. Tiba-tiba ia mengalami demam yang sangat tinggi, ketika dibawa kerumah sakit dan di infus, saat itulah karena kesalahan memasukan jarum infus ke nadinya membuat ia harus koma selama 28 hari. Bisa dikatakan harapan untuk hidupnya tak sampai 10% namun ketika tuhan berkata jadi maka jadilah. Dengan keajaiban yang diberikan dari sang maha kuasa ia pun dapat sadarkan diri namun harus menerima kenyataan bahwa ia mengalami gangguan saraf pada otaknya hingga saat ini ia mengalami keterbelakangan mental namun hal yang special darinya adalah ia dapat memahami dan mengerti perkataan orang-orang, otaknya bisa berfikir dengan baik, dapat memecahkan soal, hanya saja entah karena apa ketika ia ingin menuangkannya dalam goresan tinta tulisannya tidak dapat terbaca. Tetapi selebihnya dia anak yang sangat baik sama seperti anak pada umumnya.


       Nah kalau ini yang cantiknya melebihi princess syahrini. Yang kalau ketemu gurunya selalu bilang cantiiiik.. cantiik sambil dua jari telunjuk di pipi hihi yang asik kalau ditanya-tanya, yang seneng banget digodain sama temen-temen lainnya. Anak yang sangat murah senyum.


       Anak berkebutuhan khusus yang satu ini walaupun dia bukan anak didikku, tapi saya sering sekali menyapanya karena ia memiliki keunikan tersendiri yang bisa membuat saya selalu tersenyum. Anak ini sangat penurut, sopan, ramah, pintar, baik. tetapi ada-ada saja tingkah uniknya yang buat saya selalu senyum-senyum sendiri ketika memperhatikannya. saya sering memperhatikannya karena ia selalu menjadi muadzin di musolah sekolah ketika jadwal solat dzuhur, dia yang selalu berbicara dispeaker musolah untuk mengingatkan warga sekolah agar menuju musolah untuk melaksanakan solat. Dan yang menjadi perhatiaan saya ketika ia telah melakukan salam terakhir dalam solat ia langsung berdiri menjabat tangan para jemaah dengan cepat dan langsung keluar begitu saja. Uniknya lagi ia selalu mencium tangan setiap guru yang ia lihat. sampai pernah saat dia melihat seorang guru (padahal sedang upacara) ia bergegas menghampiri gurunya dan tidak melihat ada selokan lalu jatuhlah kakinya kedalam selokan itu namun ditolong oleh gurunya masih saja ia ingin mencium tangan gurunya. Dia selalu melaporkan apapun kegiatan yang akan ia lakukan pada setiap guru yang ia lihat. Ibu saya mau ke kamar mandi dulu ya bu, ibu saya mau ganti baju dulu yaa bu, ibu saya mau makan dulu ya bu, dia selalu bilang seperti itu dengan kepala yang selalu menunduk kalau berjalan ataupun saat berbicara, yang selalu mengucapkan salam ketika selesai berbicara tapi semua hal itu dapat dilakukannya ketika moodnya sedang baik, bila moodnya sedang jelek wajahnya akan terlihat muram, cemberut, berbicara sendiri dan marah-marah sendiri. ^_^ masih banyak ABK yang ada disekolah ini dan banyak hal yang aku sukai dari mereka, senyuman mereka seakan sebuah semanagat bagiku, keluguannya, kepolosannya, selalu membuat senyuman dibibir ini. 

            Anak berkebutuhan khusus merupakan anak special, tidak semestinya kita membedakan dengan cara merendahkannya. Melainkan memberikan kasih sayang lebih, karena yang mereka inginkan hanya kasih sayang dan pengertian karena itulah mereka dianggap special. Bukan memisahkannya dari lingkungan  dan orang-orang sekitarnya. Menurutku sekolah inklusif ini benar-benar memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan, justru ABK lah yang menjadi motivasiku untuk berusaha menjadi guru yang baik, karena melihat semangat belajar mereka dalam keterbatasan yang mereka miliki. Yang menjadi pelipur lara dengan tingkahnya yang lucu dan menggemaskan karena mereka tetap menjadi anak kecil meski didalam tubuh yang terus berkembang. terkadang beberapa (kebanyakan yang saya alami disekolah) anak normal lebih sulit diatur dan dididik dibanding anak ABK nya sendiri, tidak mematuhi peraturan, kadang tidak menghormati gurunya, tidak mengerti sopan santun. Semakin zaman berkembang moral anak-anak bangsapun ikut tergerus oleh zaman. Bangsa indonesia perlu pendidik yang benar-benar bisa mendidik secara intelektual maupun moral.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar